PEMERIKSAAN FISIK CARDIOVASKULAR PADA BAYI DAN ANAK
PEMERIKSAAN
FISIK CARDIOVASKULAR PADA BAYI DAN ANAK
1. Pengertian
Sistem
kardiovaskuler terdiri dari jantung dan pembuluh darah. Jantung yang merupakan
organ pemompa serta pembuluh darah yang merupakan pipa yang panjang mempunyai
peranan dalam mengedarkan oksigen, zat makanan, metabolisme dan hormon ke dalam
sel- sel tubuh.
Pemeriksaan
fisik kardiovaskuler adalah pemeriksaan fisik untuk menentukan adanya
kelainan-kelainan dari suatu sistem kardiovaskuler dengan cara melihat
(inspeksi), meraba (palpasi), mengetuk (perkusi) dan mendengarkan (auskultasi).
Jantung
merupakan fokus utama pengkajian kardiovaskular pada bayi dan anak.
Diperkirakan 50% anak mempunyai murmur jantung fungsional. Skrining dan rujukan
pada anak dengan murmur membantu dalam membedakan antara murmur organic dan
murmur fungsional. Pengkajian membantu dalam memantau keefektifan efek
pengobatan dan deteksi dini komplikasi.
2. Tujuan
a. Tujuan
Umum
Dengan mempelajari
fisik diagnostik sistem
kardiovaskuler secara umum diharapkan
mahasiswa mampu melakukan
pemeriksaan fisik sistem kardiovaskuler, baik itu pemeriksaan
fisik jantung, maupun pembuluh darah perifer.
b. Tujuan
khusus
·
Mengetahui ketidaknormalan denyut jantung.
·
Mengetahui ukuran dan bentuk jantung
secara kasar.
·
Mengetahui bunyi jantung.
·
Mampu melakukan inspeksi jantung.
·
Mampu
melakukan palpasi jantung,
pemeriksaan iktus cordis,
dan pemeriksaan getaran / thrill.
·
Mampu melakukan perkusi jantung dan
menentukan batas-batas jantung
·
Mampu
melakukan auskultasi jantung dan
menentukan bunyi jantung I dan II, serta bising jantung.
·
Mampu melakukan palpasi nadi
·
Dapat
menentukan frekuensi, tegangan,
irama, macam denyut,
isi, perbedaan arteri kanan dan kiri, dan keadaan pembuluh arteri.
3. Persiapan
Alat
a. Stetoskop
(gunakan diafragma yang kecil)
b. Bolpoin
dan kertas
4. Langkah-langkah
pemeriksaan
a. Persiapan
Anak
dapat duduk atau berbaring. Biarkan anak memegang stetoskop. Mendengarkan bunyi
jantung orang tua atau perawat atau bunyi jantung mereka sendiri efektif dalam
mengurangi kecemasan pada anak. Tanyakan kepada orangtua dan anak tentang
penyakit jantung pada anggota keluarga. Tanyakan apakah anak mengalami kesukaran dalam pemberian
makan (bayi), kelelahan, berat badan rendah, lemah, sianosis, edema, pusing,
dan perkembangan terhambat. Tanyakan apakah ibunya mengalami infeksi atau
meminum obat-obatan selama hamil. Tanyakan apakah anak mempunyai masalah saat
lahir, seperti berat badan lahir rendah, prematuritas, infeksi kongenital atau
kesulitan bernapas. Tanyakan tentang watak anak dan respons keluarga terhadap
penyakit.
b. Pengkajian
Jantung
NO
|
Pengkajian
|
Temuan
Tanda Klinik
|
Inspeksi
|
||
1.
|
Amati
postur tubuh anak
|
Posisi
jongkok tampak pada Tetralogi Fallot
Leher
bayu yang agak hiperekstensi terus-menerus menunjukkan hipoksia.
|
2.
|
Amati
anak terhadap sianosis, bercak, dan edema
|
Sianosis,
pucat dan bercak menunjukkan penyakit jantung
Edema
menunjukkan gagal jantung kongestif.
Edema
sacrum dan area periorbital lebih umum terjadi pada anak kecil. Edema ekstremitas
lebih umum terjadi pada anak yang lebih tua, tetapi pada anak kecil mungkin
menunjukkan gagal ginjal.
|
3.
|
Amati
anak terhadap tanda kesukaran bernapas (merintih, retraksi iga, hidung
mengembang, bunyi napas tambahan), dan batuk yang pendek, sering, dangkal,
dan lemah (hacking cough).
|
Kesulitan
bernapas dan congested cough menunjukkan
gagal jantung kongestif atau infeksi pernapasan.
|
4.
|
Periksa
bantalan kuku anak terhadap clubbing, memanjang
atau melebar.
|
Clubbing
menunjukkan
hipoksia
|
5.
|
Periksa
dada anterior dari suatu sudut.
|
Pengembangan
dada yang seimetris adalah normal. Pada anak yang kurus, denyut nadi apical
atau titik impuls maksimal terlihat sebagai suatu pulsasi.
|
6.
|
Amati
kesimetrisan gerakana dada, pulsasi yang terlihat, gerakan naik dan turun
yang difus.
|
Pengembangan
dada yang tidak simetris menunjukkan gagal jantung kongestif.
Systolic
heave menunjukkan
pembesaran ventrikel kanan.
|
Palpasi
|
||
7.
|
Dengan
menggunakan ujung jari tangan, palpasu pada dada anterior terhadap denyut
nadi apical atau titik impuls maksimal. Lokasi TIM biasanya dirasakan pada
apeks jantung dan ditemukan pada anak yang berumur 7 tahun atau kurang dan
ICS 5 pada anak >7 tahun. TIM menjadi lebih lateral karena anak tumbuh.
|
Nadi
apikal normalnya dapat dipalpasi pada bayi dan anak kecil
|
TIM
yang lebih rendah dan lebih lateral menunjukkan pembesaran jantung
TIM
yang terdengar lebih keras menunjukkan anemia, demam, atau ansietas.
|
||
8.
|
Ujung
jari lebih berguna dalam mendeteksi pulsasi, dan permukaan palmar/telapak
tangan yang merupakan dasar dari jari-jari untuk mendeteksi getaran vibrasi
atau precordial friction rub.
|
Gesekan
adalah abnormal dan sebaiknya dilaporkan
|
Perkusi
|
||
9.
|
Perkusi
biasanya digunakan untuk memperkirakan ukuran jantung dengan menentukan batas
jantung. Perkusi merupakan Teknik yang sulit dan mempunyai kegunaan yang
terbatas dalam mengkaji jantung pada bayi dan anak kecil. Lokasi TIM
merupakan indicator ukuran jantung yang lebih berguna.
|
|
Auskultasi
|
||
10.
|
Gunakan
bel (untuk frekuensi rendah) dan diafragma stetoskop (untuk frekuensi tinggi)
untuk mengauskultasi bunyi jantung.
Dimulai
disela iga kanan kedua (aorta) menuju area pulmonal.
S2
paling baik terdengar pada dasar jantung (aorta dan area pulmonal). Bergerak
kebawah Erb kemudian ke tricuspid dan area mitral. S1 terdengar pada awal
nadi apical yang mempermudah perbedaan S1 dan S2.
|
S2
normalnya terdengar jelas pada area aorta dan pulmonal.
S1
dan S2 mempunyai intensitas yang sama padatitik Erb.
S1
normalnya terdengar jelas pada area mitral dan tricuspid
Sinus
aritmia merupakan varian normal dimana frekuensi meningkat selama inspirasi
dan menurun selama ekspirasi.
|
11.
|
Evaluasi
bunyi terhadap :
a. Kualitas
(normalnya S1 dan S2 jelas dan dapat dibedakan). Frekuensi (sinkron dengan
nadi radialis).
b. Intensitas
(konsisten dengan apa yang ditemukan pada setiap titik auskultasi).
c. Irama
(normalnya teratur).
d. Anak
sebaiknya dibantu untuk melakukan minimal 2 posisi yang berbeda selama
auskultasi.
|
S1
terdengar lebih keras selama demam, latihan, dan anemia.
S1
yang lebih keras menunjukkan stenosis mitral.
S1
dengan intensitas yang bervariasi menunjukkan aritmia yang serius dan harus
dilaporkan.
|
12.
|
Lakukan
auskultasi terhadap bunyi tambahan, seperti S3 dan S4 yang paling baik dikaji
dengan bayi atau anak yang berbaring miring ke kiri. Kaji terhadap bunyi
abnormal seperti klik, murmur, dan precordial
friction rub. Murmur sebaiknya dievaluasi dan dicatat seperti :
Lokasi
atau area auskultasi dimana ditemukan
|
S3
adalah temuan yang normal.
|
Murmur
fungsional atau nonpatologis tidak meningkat sepanjang waktu dan tidak
mempengaruhi pertumbuhan anak. Murmur fungsional biasanya murmur sistolik,
nada rendah, musical, dan terdengar di ICS 2 dan 3. Murmur fungsional hilang
dengan perubahan posisi.
|
||
13.
|
Waktu
dalam siklus S1 -S2
Intensitas
dan apakah intensitas bervariasi dengan posisi anak
|
Murmur
organic disebabkan oleh kelainan jantung yang didapatkan atau kongenital.
Murmur yang terjadi sebelum umur 3 tahun biasanya berhubungan dengan defek
kongenital, dan setelah 3 tahun biasanaya berhubungan dengan penyakit jantung
reumatik.
|
Nada
Kualitas
(apakah murmur musical, bunyi hembusan atau desiran).
|
Murmur
yang berhubungan dengan penyakit jantung reumatik meliputi stenosis aorta dan
mitral serta regugitasi aorta dan mitral.
|
|
Precordial
friction rub adalah bunyi gesekan dengan nada tinggi
yang tidak dipengaruhi oleh pola pernapasan. Precordial friction rub berhenti ketika anak menahan napas
mereka.
|
Bunyi
tambahan dan murmur harus selalu digambarkan dan dilaporkan untuk evaluasi
lebih lanjut.
|
|
Bunyi
Jantung
Bunyi
|
Penyebab
|
Lokasi
|
Karakteristik
|
S1
(lub)
|
Katup
mitral dan tricuspid menutup pada permulaan systole (konstraksi).
|
Apeks
jantung
|
S1
lebih Panjang dan mempunyai nada lebih rendah daripada S2.
Sinkron
dengan nadi karotis.
Penutupan
katub biasanya terdengar sebagai satu bunyi tetapi agak tidak sinkron yang
menghasilkan pemisahan yang dapat didengar, yang paling baik didengar pada
sela ICS 4 kiri.
|
S2
(dub)
|
Katup
aorta dan katub pulmonal menutup pada permulaan diastole (relaksasi jantung).
|
Dasar
jantung
|
Pendek,
S2 dengan nada yang tinggi mungkin terpisah selama inspirasi. Pemisahan
paling baik didengarkan di area aorta. Jika napas ditahan pada inspirasi,
“pemisahan fisiologis” bertambah jelas.
|
S3
|
Vibrasi
disebabkan oleh pengisian ventrikel yang cepat
|
Apeks
jantung
|
Terdengar
di awal diastole. Pekak, nada rendah. Normal pada anak dan dewasa muda.
|
S4
|
Tahanan
terhadap pengisisan ventrikel setelah kontraksi atrium.
|
Apeks
jantung
|
Nada
rendah.
Dianggap
abnormal. Paling baik terdengar bila anak terlentang.
|
Pengkajian
Sistem Pembuluh Darah
Pengkajian integritas pembuluh
darah harus dilakukan pada penggunaan gips dan keadaan-keadaan lain yang
mengganggu aliran darah. Area femoral dan dorsalis pedis harus dipalpasi jika
defek jantung dicurigai.
Pengkajian
|
Temuan
|
Lakukan
palpasi pada area perifer terhadap kesamaan, irama, dan frekuensi nadi.
|
Normalnya
nadi dapat dipalpasi, sama pada intensitas, bahkan pada irama.
|
Lakukan
palpasi pada nadi radialis
Nadi
radialis paling baik dirasakan pada anak yang berumur lebih dari 2 tahun.
|
|
Lakukan
palpasi pada nadi femorallus dengan menggunakan palpasi yang dalam di tengah
antara krista iliaka dan smfisis pubis. Anak dilletakkan pada posisi
terlentang.
|
Tanda
Klinik
Hilangnya
nadi femoralis menunjukkan koarktusio aorta.
|
Lakukan
palpasi pada nadai poplitea dengan menyuruh anak memfleksi lutut.
|
|
Lakukan
palpasi pada nadi dorsalis pedis sepanjang bagian medial atas kaki
|
5. Hasil
Pemeriksaan
Nadi
Age
|
Nadi
|
Newborn/infant
(0-12 bulan)
|
80-160
|
Toodler/pre-schooler
(1-5 tahun)
|
60-110
|
School
age (6-12 tahun)
|
60-110
|
Young
person (12-18 tahun)
|
50-90
|
Tekanan
Darah
Age
|
Systolic
|
Diastolic
|
Rata-rata
|
Prematur
: <1kg
|
39-59
|
16-36
|
24-43
|
Newborn
: 3kg
|
50-70
|
25-45
|
33-53
|
Newborn
: 4 hari
|
60-90
|
20-60
|
33-70
|
Infant
: 6 bulan
|
87-105
|
53-66
|
64-79
|
Anak
: 2 tahun
|
95-105
|
53-66
|
64-79
|
Anak
: 7 tahun
|
97-112
|
57-71
|
70-84
|
Remaja
|
112-128
|
66-80
|
81-96
|
Nadi
Normal
Karotis
|
Pre-auricular
|
Brachial
|
Radial
|
Femoral
|
Popliteal
|
Posterior
Tibialis
|
Dorsalis
pedis
|
|
Kiri
|
2+
|
2+
|
2+
|
2+
|
2+
|
Tidak
di periksa
|
2+
|
2+
|
Kanan
|
2+
|
2+
|
2+
|
2+
|
2+
|
Tidak
diperiksa
|
2+
|
2+
|
Murmur yang berhubungan
dengan defek jantung masa anak-anak
Defek
|
Lokasi
|
Waktu
|
Intensitas
|
Nada
|
Kualitas
|
Stenosis Aorta
|
Area aorta
|
Efek kresendo, terjjadi diantara S1 dan
S2
|
Berubah-ubah
|
Sedang
|
Parau
|
Stenosis pulmonal
|
Area pulmonal ICS 3 kiri
|
Efek kresendo terjadi antara S1 dan S2
|
Berubah-ubah
|
Sedang
|
Parau
|
Stenosis mitral
|
Area mitral
|
Terjadi antara S1 dan S2
|
Berubah-ubah, lebih keras dengan latihan
|
Rendah
|
Gemuruh
|
Regurgitasi aorta
|
Area aorta
|
Terdengar antara S2 dan S1; biasanya
periode pendek setelah S2 sebelum bunyi mulai
|
Berubah-ubah;kebanyakan terdengar bila
anak bersandar ke depan dan menghembuskan napas.
|
Tinggi, paling baik didengar dengan
diafragma stetoskop
|
Hembusan
|
Regurgitasi mitral
|
Area mitral
|
Terjadi antara S1 dan S2
|
Berubah-ubah; tidak dipengaruhi oleh
siklus pernapasan.
|
tinggi
|
Hembusan
|
Defek septum ventrikel (VSD)
|
Batas sternal kiri, ICS 3 dan 4
|
Terdengar antara S1 dan S2
|
Sangat keras
|
Tinggi
|
Hembusan
|
Patent
ductus arteriosus (PDA)
|
ICS 2 kiri
|
Kontinu; lebih keras pada akhir systole
(tepat sebelum S2), mengaburkan S2, lebih halus pada diastole.
|
Keras
|
Sedang
|
Parau
|
Tetralogy
Fallot
|
ICS 2 dan 3
|
Terdengar antara S1 dan S2
|
Tidak ditransmisikan dengan baik
|
-
|
Tidak ada karakteristik yang nyata
|
6. Pertimbangan
Khusus
Temuan
Normal dan abnormal
Infant
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Temuan
Normal
|
Gagal
Jantung : Usia 6 bulan
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Nadi
100, BP 90/60 (lengan kanan, manset ukuran bayi), anak terlentang dan gelisah
|
C/V
: Berkeringat, makan dengan buruk
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Nadi
160, BP 90/60 (lengan kanan, manset ukuran bayi), anak terlentang, gelisah,
cemas, terganggu.
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Ekstremitas
berwarna merah muda, tanpa edema, hangat , CRT <2 detik
|
Pucat/belang-belang,
sedikit edema peri-orbital, perifer dingin, CRT 3 detik
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Impuls
apical 4th ICS mid clavicular line kiri
|
Impuls
apical 5th ICS mid clavicular line kiri
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
S1
dan S2 jernih, tidak ada bunyi tambahan atau murmurs
|
Thorax
anterior kiri sedikit mebusung. Pulsasi kuat di xiphisternum kanan bayi.
Suara gallop -tanpa terdengar murmurs
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Tanpa
hepatomegaly
|
Liver
4 cm dibawah tepi costal kanan
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Remaja
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Temuan
Normal
|
Shock
Hipovolemik : 12 tahun
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Nadi
65, BP 110/70 (lengan kiri, manset ukuran ‘dewasa kecil’), pasien duduk atau berbaring.
|
Nadi
110, BP 100/60, (lengan kiri, manset ukuran ‘dewasa kecil’), pasien
berbaring.
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Ekstremitas
berwarna merah muda, tanpa edema, tanpa clubbing, hangat, CRT <2 detik.
|
Pucat
dan sedikit belang, tanpa edema, tanpa clubbing, perifer dingin hingga
pertengahan betis dan pergelangan tangan. CRT 4 detik
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Impuls
apical 5th ICS mid-clavicular line kiri
|
Impuls
apical 5th ICS mid-clavicular line kiri
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
S1
dan S2 jernih, tanpa suara tambahan atau murmurs
|
S1
dan S2 jernih, tanpa suara tambahan atau murmurs
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Vena
jugularis 1 cm diatas sudut sternal pada 30 derajat
|
Vena
jugularis 1 cm diatas sudut sternal pada 10 derajat
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Tanpa
hepatomegali
|
Tanpa
hepatomegali
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Referensi
Engel,
Joyce. 1995. Pengkajian Pediatrik. Edisi
kedua. Diterjemahkan : Teresa. Jakarta: ECG.
Fergusson,
Diana. 2008. Clinical Assessment and
Monitoring in Children. British : Blackwell Publishing Ltd.
Komentar
Posting Komentar